Feb
26
2016

WhatsApp Marketing : Ubah Temen jadi Konsumen 

WhatsApp Marketing : Ubah Temen jadi Konsumen

Salah satu kolam uang di Internet adalah WhatsApp. Kali ini Saya akan membahas tentang WhatsApp sebagai media jualan online yang Saya ambil dari sebuah artikel di metrosemarang.com serta ada tambahan dari pengalaman. Cekidot! ^_^
WhatsApp lebih cocok untuk pemasaran content dan mengubah orang-orang di daftar kontak dari “temen” menjadi “konsumen”. Berikut ini keunggulan WhatsApp dibanding Messenger lain dan caranya memakai WhatsApp untuk bisnis online.
? Memakai WhatsApp Lebih Tenang dan Terpercaya
Berbeda dengan Facebook Messenger yang memakan memory dan boros baterai, WhatsApp lebih hemat, mengingat tanpa iklan. Berbeda dengan BBM yang penuh update status kontak layaknya media sosial, WhatsApp tidak menampilkan update status di daftar kontak. Chat lebih lancar, tanpa delay.
WhatsApp berjalan tanpa iklan, bahkan di layar pendaftaran, WhatsApp menjelaskan mengapa dia tidak memasang iklan. WhatsApp sekarang sudah digratiskan, bisa aktif selamanya. Tidak perlu registrasi tahunan.

Komunikasi membutuhkan “trust” (kepercayaan).
WhatsApp menerima pendaftaran berbasis nomor telepon. Bukan opsional. Nomor telepon harus aktif (untuk konfirmasi pendaftaran WhatsApp). Pemakai WhatsApp akan berpikir dua kali kalau mau memakai aplikasi ini untuk iseng. Bagi pebisnis retailer, fitur dasar ini bisa meningkatkan “trust” dan reputasi bisnis. “Ini nomor telepon saya, kita bisa bicara.”
? Buat Daftar Kontak Sesuai Segmentasi (Calon) Pembeli
Cari daftar kontak sebanyak mungkin, namun harus sesuai segmentasi (calon) pembeli. Misalnya, berjualan jilbab, pastikan calon pembeli telah ditentukan seperti apa mereka. Berapa usianya, seumuran siapa? Di mana mereka tinggal? Apa hobi mereka? dan seterusnya. Tidak butuh “sembarang orang”, lebih baik spesifik.
Pembeli atau calon pembeli adalah teman, karena mereka sudah masuk dalam kontak. Sejak awal, berikan ucapan terima kasih atau welcome atas kesediaannya menjadi teman. Berikan pengertian, WhatsApp menjadi pilihan berkomunikasi agar sewaktu-waktu mereka bisa menghubungi sebagai teman. Daftar kontak sangatlah berharga. Merekalah yang menjadi pembeli dan mengalirkan uang ke kantong.
? Fungsikan WhatsApp untuk Customer Service
1. Buat “Persona” saat menghadapi pembeli dan calon pembeli. Cantumkan foto asli, bukan foto produk ataupun logo perusahaan. Orang ingin menyimpan foto dan nomor, bukan menyimpan kartu nama perusahaan.
2. Buatlah “Jawaban” untuk “pertanyaan yang paling sering diajukan (calon) pembeli
Calon pembeli meragukan produk, entah kualitas atau kredibilitas. Mereka butuh mengetahui produk ini dengan baik, termasuk juga mengatasi jika ada masalah. Misalnya, punya bisnis jualan jilbab terbaru. Calon pembeli akan bertanya, antara lain:

– Apa bagusnya produk ini? 

– Mengapa mahal? 

– Barang yang ready stock apa saja? 

– Bagaimana cara saya membeli? 

– Bagaimana prosesnya? 

– Apa jaminannya jika produk tidak sesuai dengan foto? 

– Bagaimana cara saya mengontak?
Siapkan jawabannya, maka dengan cara begini, Anda tidak perlu mengetik-ulang jawaban atas pertanyaan yang sering sama.
3. Pilih “Influencer” dan “Online Ambassador”
Dalam marketing online, dikenal istilah “influencer” dan “online ambassador”. Influencer itu orang yang punya pengaruh terhadap banyak orang di sekitarnya, dia pintar bikin trending topic di status dan punya pergaulan luas. Online Ambassador itu duta produk yang pintar bicara tentang produk kepada orang lain. Semacam perwakilan perorangan. Banyak anak muda yang bisa memainkan kedua peran ini.
Kadang mereka tidak ingin menjadi pembeli, mungkin lebih suka menjadi reseller atau sekadar pengiklan-berjalan, “Apakah saya bisa ikut menjualkan, berapa komisinya?“. Sediakan jawabannya.
? Gunakan WhatsApp Browser pada Jam-jam Tertentu
WhatsApp bisa diakses melalui browser. Mengakses dari Browser, lebih bebas. Tidak perlu aplikasi tambahan. Tidak disarankan memakai BlueStacks jika memperlambat system dan koneksi. Cukup pakai browser asal terhubung internet. Memakai browser, yaitu lebih mudah dan cepat dalam mencari produk yang akan di-share, lebih cepat copy-paste teks, daripada melalui ponsel. Selain itu, kecepatan menjawab bisa meningkatkan rasa puas dari pembeli dan calon pembeli.
** Begini cara chat WhatsApp langsung dari browser **
Buka situs WhatsApp > di browser > pilih “WhatsApp Web” > akan muncul QR Code (barcode) di browser. Setelah itu, buka WhatsApp di smartphone > pilih “WhatsApp Web” > scan QR Code yang sudah tampil di laptop. Sekarang, WhatsApp browser sudah posisi login, siap chat. Proses ini tidak sampai 20 detik.
Oya, Berdasarkan riset, pembeli-online lebih sering melakukan transaksi di kantor, karena alasan koneksi di kantor lebih bagus dan mereka tidak sedang dalam kesibukan di rumah. Untuk alasan profesionalitas, manfaatkan WhatsApp Browser dan mengaktifkan pertemuan dengan calon pembeli.
Katakan kepada mereka, “Silakan menghubungi saya di jam berikut…“
Terapkan jam-jam tertentu. Yang terbaik, menurut riset, pada saat jam ngantor (08.30-03.00) dilanjutkan jam 19.00-22.00.
? Broadcast Gambar, Link, dan Info Produk
WhatsApp bisa broadcast image (gambar, foto), tanpa kompresi. Kalau BBM, hanya bisa broadcast teks dan gambar sudah pasti dikompress, nggak asli. BBM kenal opsi “minta gambar HD”, sedangkan di WhatsApp tidak perlu. Untuk pemakai internet berbasis quota, WhatsApp lebih irit, karena dilengkapi pilihan untuk “buka-nanti” gambar kiriman. Bisa dibuka setelah terhubung wifi.
Keluhan kebanyakan pembeli barang online (terutama elektronik dan pakaian) pada detail product. Berikan detail product lebih dari 1 foto jika diminta. WhatsApp bisa broadcast gambar pada resolusi terbaik. Disarankan, memakai ukuran minimal 1900 pxl.
** Cara Broadcast Gambar Menggunakan WhatsApp **
Broadcast gambar di WhatsApp mengikut langkah-langkah berikut:
1. Buka daftar kontak WhatsApp. Pilih “Broadcast Lists” (Daftar) yang mau di-broadcast. Jika belum ada, buat dengan menekan tanda plus+. 

2. Pada “Recipient” (Penerima) tekan tanda plus+ lagi, kemudian pilih nama-nama yang akan di-broadcast. 

3. Pada menu, pilih “Send Picture” (Kirim Gambar). Bisa juga lebih dari satu gambar, agar detail produk lebih tampak.
Sebaiknya jangan terlalu sering broadcast. Tidak semua orang dalam daftar-kontak selalu harus di-broadcast. Itu membosankan. Efek buruknya, nanti malah diblokir dan terhambat berjualan.
? Tombol Sakti WhatsApp untuk Share Postingan
Anda punya website? Postingan berita di website bisa langsung di share ke WhatsApp tanpa perlu copy-paste link. Website dengan teknologi terbaru, sudah menerapkan tombol “Share ke WhatsApp” agar pembaca bisa membagikan link secara langsung ke kontak WhatsApp. Menariknya, link hasil share sudah bisa menampilkan gambar fitur dan paragraf awal berita, sama seperti Facebook.
? Fungsikan Chat WhatsApp sebagai Piranti Survey
Jika ada waktu, gunakan untuk bertanya kepada (calon) pembeli. Bisnis harus ditopang dengan survey, bukan sekadar menjawab pertanyaan dan menunggu. “Mengapa kamu suka produk ini? Sudah pernah selfie sambil memakai kaos ini?“.
Setiap bisnis pasti punya segmentasi berdasarkan: demografi, psikografi, perilaku, dan geografi. 
Demografi, berkaitan dengan informasi dasar seseorang, seperti: umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan hobi. Psikografi lebih bermain di wilayah psikis dan “emosional”. Harap diingat, orang mengambil keputusan membeli lebih sering karena alasan “emosi”, tidak selalu rasional. Behavior berarti “tingkah laku”. Amati cara dia chat. Geografi itu tentang di mana seseorang tinggal. Perlakukan kontak selalu sebagai manusia, kawan sendiri.
? Buat WhatsApp Group
Fungsi dari Group WA ada 3, yaitu untuk Prospek, Pembinaan atau Pertemanan.
1. Kalau grup WA untuk PROSPEK, maka disana Anda bisa kumpulkan orang untuk masuk Group secara GRATIS. Didalam grup Anda bisa lalukan edukasi. Sharing-sahring Dahulu, Selling-Selling Kemudian. Bangun Interaksi dan Trust disana sehingga Authority Anda naik.
2. Fungsi yang kedua adalah Grup WA untuk PEMBINAAN. Inilah yang Saya lalukan di Billionaire Store, kami memiliki grup WA untuk membina reseller-reseller kami. Di dalam grup akan ada Update Info serta Sharing ilmu agar member grup semakin meningkat Skill dan Semangatnya. Bisa juga dibuat sebagai wadah koordinasi antar divisi disebuah perusahaan, tujuannya untuk meminimalisir rapat-rapat yang tidak efektif.
3. Terakhir adalah untuk PERTEMANAN. Grup ini biasanya dibuat untuk semakin mendekatkan ikatan pertemanan. Misalnya grup Alumni SMA, Alumni Training atau Grup Komunitas. Dalam grup pertemanan, maka minimalisir jualan. Bangun Authority Anda dengan aktif terlibat di grup serta sering memberi edukasi bermanfaat disana. 
Oya, saat ini 1 group WA bisa menampung hingga 256 orang. Wow..
Dan yang suka nge-group, sebenarnya tidak ada keluhan WhatsApp lemot.Kalau bising mendengar nada pemberitahuan, Anda bisa membisukan group (agar tidak selalu berbunyi). Buka percakapan group lalu pilih “Mute Group…“. Ada opsi pengaturan membisu 8 jam, 1 minggu, atau 1 tahun. Bisa dikembalikan saat ingin aktif kembali di group.
Selesai sudah tulisan tentang WhatsApp Marketing. Semoga bermanfaat untuk menjadi panduan membangun salah satu kolam uang Anda di WA. 
Selamat Praktek! ^_^
LIKE , COMMENT & SHARE
Http://StokBaju.com

About the Author:

Leave a comment

modal_jempol
mlm_software

Alamat Kami

Barokah Stocklot's
Taman Pondok Mas Indah
Jl. Pondok Mas Tengah No. 8 Baros
Cimahi - Bandung
Jawa Barat Indonesia 40532

Arah TOL Pasteur - Bandung
Keluar TOL Cimahi-Baros-Leuwigajah
Depan Apartement The EDGE
CONDOTEL HORIZON BAROS

KAMI RUMAH
DEPAN MASJID PONDOK MAS
BUKAN RUKO..Lhoo:)
TIDAK BUKA RETAIL/TOKO
JANGAN SALAH MASUK YAA..:)


HOTLINE
XL : 0817 203 888
Indosat : 0858 632 88888
Telkomsel : 0822 406 88888

.:: Jam Operasional ::.
Senin - Sabtu : 09.00 - 17.00
Minggu : TUTUP
Hari Libur Nasional : TUTUP

Facebook



Page Rank