Apr
22
2012

Pedagang vs Pengusaha

Kita pasti sering mendengar kata “pedagang” dan “pengusaha”. Sudah tak asing lagi kedua kata itu di telinga kita. Namun, tahukah, bahwa diantara keduanya memiliki perbedaan. Ah, masa. Apa bedanya, kan sama-sama berjualan.

Tunggu dulu sob. Sekali lagi saya beri tahu. Anda harus memperhatikannya, terutama bila Anda ingin berkecimpung dalam dunia bisnis. Baik, saya beri tahu Anda.

Tapi sebelumnya silahkan simak dahulu tulisan dari sahabat saya Donny Kris dari Malang, dan kebetulan sama2 di komunitas Tangan Di Atas..

Dan kebetulan sama yang sering ditanyakan banyak orang yang berkunjung kerumah.

Jadi ilustrasinya saya kopas aja yaa heuheuheuh.. Semoga dapat menginspirasi..

——

Bila ada rekan yang berkunjung ke kantor, Saya paling sering mendapat pertanyaan seperti ini :

“Mas Donny mulai berbisnis tahun berapa?”. Entah kenapa ini adalah pertanyaan favorit (mungkin ditanyakan karena usia saya masih muda kali ya?), yang karena begitu favoritnya hingga saya kadang harus menjelaskan panjang lebar.

Karena pertanyaan favorit (yang berulang-ulang), sayapun sudah punya ‘template’ jawaban seperti ini:

‘Saya memulai berbisnis (baca: jadi pengusaha) masih baru 3 tahun mas, kira-kira tahun 2006-an’

Lalu pasti ada pertanyaan lagi seperti ini:
‘Loh koq cepet banget mas perkembangan bisnisnya? hanya dalam waktu 3 tahun?’

Dan karena sudah ada template, maka saya lanjutkan dengan :
‘Iya mas, masih 3 tahun menjadi pengusaha. Tapi sebelumnya saya sudah 6 tahun menjadi pedagang. Saya berdagang mulai tahun 2000-an mas’

Dan biasanya yang menanyakan pertanyaan favorit tadi ada sedikit rasa kebingungan (biasanya saya amati dari perubahan bola matanya, atau kerutan dahinya hehehe..).

Setelah itu, biasanya baru saya jelaskan panjang lebar…
Menurut saya (sekali lagi ini hanya menurut saya loh), untuk terjun ke dunia bisnis sebaiknya kita perlu memahami kedua arti diatas : Pedagang & Pengusaha. Suatu istilah yang mempunyai kemiripan, namun bagi saya memiliki arti berbeda.

Di kampung halaman rumah ortu saya dahulu, ada seorang penjual sayuran keliling yang telah ‘berdagang’ mulai saya TK hingga saya SMA. Berarti kira-kira 14 tahun setiap hari dia keliling desa untuk menjajakan sayurannya. Meskipun kebutuhan hidupnya tercukupi dengan menjual sayuran, tapi tetap saja dia melakukan rutinitas (menjual sayuran) itu hingga 14 tahun lamanya! Tidak ada peningkatan yang berarti dari tahun ke tahun, karena mungkin saja dia (maaf) tidak memiliki visi yang cukup bagus dalam ‘bisnisnya’.

Pedagang, menurut saya adalah ‘orang yang memperjualbelikan sesuatu dengan tanpa visi jauh kedepan’, atau bisa juga ‘memperjualbelikan sesuatu hanya berorientasi pada profit jangka pendek’. Mereka umumnya berorientasi pada target jangka pendek. Misalnya, hanya sekedar berdagang mencari untung, tanpa memperhatikan bagaimana target pertumbuhan bisnisnya bulan depan atau tahun depan atau 5 tahun lagi, atau bahkan jia dia meninggal apa bisnisnya masih bisa diwariskan atau tidak.

Sedangkan Pengusaha, menurut saya adalah ‘orang yang memperjualbelikan sesuatu dengan visi jauh kedepan’, atau bisa juga ‘memperjualbelikan sesuatu TIDAK hanya berorientasi pada profit jangka pendek’.

Jadi pembeda utama antara Pedagang vs Pengusaha terletak pada Misi Visi bisnisnya.
Dan bukan terletak pada jenis bisnisnya.

Perhatikan contoh berikut ini:
Pak Arif dan Pak Aman sama-sama menjadi pengayuh becak 10 tahun yang lalu.
Setelah 3 tahun,
Pak Arif tetap mengayuh becak,
Pak Aman dari hasil kerjanya mulai membeli 1 becak lagi untuk disewakan.

Setelah 5 tahun,
Pak Arif tetap mengayuh becak,
Pak Aman menginvestasikan kembali hasil kerja plus hasil sewa becaknya untuk membeli lebih banyak becak lagi, kini ia punya 10 becak yang disewakan.

Setelah 10 tahun,
Pak Arif tetap mengayuh becak,
Pak Aman sudah tidak menjadi pengayuh becak karena ia bisa hidup dari becak sewaanya…

Mana yang bermindset Pedagang, mana yang bermindset Pengusaha?

Ada contoh 1 lagi.
Cak Man dan Cak To adalah sama-sama penjual bakso di kota Malang sejak 15 tahun yang lalu.
Pada tahun ke-10,
Cak To tetap menjadi penjual bakso keliling,
Cak Man mulai merancang ‘konsep’ franchise

Sekarang,
Cak To tetap menjadi penjual bakso keliling,
Cak Man sudah mempunyai puluhan gerai franchise miliknya dan kini ia tidak bekerja lagi.

Sekali lagi mana yang bermindset Pedagang, mana yang bermindset Pengusaha?

Dalam catatan perjalanan bisnis saya,
Selama 6 tahun saya bermindset ‘pedagang’ saya hanya fokus pada profit. Saya tidak tahu berapa pertumbuhan bisnis saya tahun ini atau berapa target pertumbuhan bisnis tahun depan. Blank. Yang penting jalan, enjoy aja…. karena toh dari profit tersebut saya bisa membiayai kuliah saya (waktu itu masih mahasiswa) dan juga untuk sedikit kebutuhan hidup lainnya. Dan ternyata, setelah menginjak tahun ke-5 berdagang saya rasakan mulai ada kejenuhan besar. Karena rutinitas sehari-hari hanya itu-itu saja. Tidak ada tantangan yang berarti karena Visi bisnis tidak ada. Mau ngapain lagi ya..?

Dalam masa ‘berdagang’ ini, saya sempat menjalankan 4 bisnis yang berganti-ganti : Toko komputer, kursus komputer, web designer dan programmer freelance. Dan bisa ditebak : semuanya berjalan dengan hasil buruk! Karena tidak punya visi, semuanya jadi hambar. Sekedar untuk mencari profit, tidak ada pertimbangan lainnya. Motivasi juga sering loyo dan naik turun (banyak turun-nya). Hampir saja saya menyerah dengan pindah kuadran ke Employee karena yang dipikirkan adalah profit yang diterima sekarang jauh lebih kecil jika saya bekerja sebagai programmer di perusahaan besar (mindset saya saat itu bercita-cita menjadi programmer).

Hingga pada pertengahan 2005, saat mental saya sedang down, saya bergabung dengan banyak komunitas Enterpreneur baik skala lokal maupun nasional. Saya banyak belajar dari mereka. Dan saya menemukan jawaban yang saya cari selama ini : mengapa bisnis saya serasa hambar? Ternyata karena saya tidak punya Visi!

Saya masih ingat betul bagaimana Pak Purdie mencerahkan mindset saya, membuka pikiran saya dengan membedakan Pedagang dengan Pengusaha! Ternyata yang saya lakukan selama ini masih bermindset pedagang, bukan pengusaha.

Dan setelah itu, saya mempunyai pemahaman yang baru tentang berbisnis dengan mindset Pengusaha. Saya mulai dengan menjalankan perusahaan yang saya tekuni hingga sekarang ini.

Bagaimana dengan bisnis anda saat ini?
Saya yakin, anda sudah mempunyai Visi yang jelas kan..?

Artikel oleh: Donny Kris Puriyono

——————————

Pedagang vs Pengusaha dan Faktor Pembedanya.

 

1.Planning, bagi orang yang ingin menjadi pengusaha, hal yang harus ia miliki adalah planning atau disebut juga perencanaan. Sebelum memulai bisnis ia harus menetapkan planning  dan itu harus dilakukan secara berkala, jangka pendek, menengah, dan panjang. Tujuannya agar bisnis yang tengah ia jalani itu jelas. Kapan barang habis, kapan mengambil  royality dan kapan kita harus masih  memasang modal. Jadi ia tidak rugi. Berbeda dengan pedagang. Umumnya pedagang tiu tidak terlalu memperhatikan planning. Jadi, hari ini mau terjual sekian besok terjual sekian tidak terlalu masalah. Kalau sudah untung ya.. disyukuri. Tidak ada pemantauan keuntungan, apakah naik, apakah tetap atau bahkan turun. Maaf, ini tidak bermaksud menyinggung lho. Tapi  memang faktanya seperti itu.

2.Marketing, nah sebenarnya hal ini ada pada diri pedangan maupun pengusaha. Hanya saja cara menjalankannya agak berbeda. Pengusaha itu cenderung lebih cerdas dalam memilih tempat dan pengemasan barang agar terlihat menarik, juga memiliki banyak jaringan yang tersebar luas. Lain halnya dengan pedagang. Kalau pedagang kerap kali melakukan promosi atau marketing hanya dilakukan di satu tempat atau lokasi yang kecil dan tidak memiliki jaringan yang luas seperti pengusaha. Biasanya berteriak,” beli..beli..barang murah.dll”. kalau seperti itu akan banyak tenaga yang terkuras dan tidak efesien.

3.Treasury, terakhir factor yang membadakan pengusaha dengan pedagang ada di perbendaharaan. Ya, perbendaharaan. Seorang pedagang memang betul ia mencatat segala pemasukkan dan pengeluarannya. Akan tetapi Anda harus lebih dari itu.Seorang pengusaha pada umumnya akan mencatat segala pemasukannya dengan baik. Setelah itu ia akan mengamati pertumbuhan usahanya melalui grafik. Jadi, ia akan mengetahui barang apa saja yang laku di pasar dan oleh kalangan mana barang itu dibeli. Bila Anda seorang pemula dalam berwirausaha, saya sangat mengharapkan Anda untuk mencatat segala hal yang berhubungan dengan pemasukkan dan pengeluaran. Pastikan bila ada konsumen yang berutang, dicatat. Lalu buat perjanjian kapan utang itu harus dibayar. Jangan dibiarkan begitu saja. Jangan lupa buat bukti cek atau kwitansi sebagai bukti bahwa transaksi telah lunas.
Dari sini kita telah mengetahui apa saja perbedaan antara “pengusaha” dan “pedagang”. Tinggal bagaimana Anda memilih jalan. Semua terserah pada diri masing-masing. Bila Anda ingin menjadi pengusaha, ingat, Anda harus pandai dalam memanage planning, marketing, dan treasury. Pastikan bisnis Anda memiliki grafik yang baik dan waspada terhadap sesuata yang dapat menghambat pertumbuhannya.

Sumber : http://mayyasi29.blogspot.com

Tulisan ini hanya sekedar berbagi inspirasi saja… semoga dapat membantu..

About the Author:

Leave a comment

modal_jempol
Cozmeed_Network
mlm_software

Alamat Kami

Barokah Stocklot's
Taman Pondok Mas Indah
Jl. Pondok Mas Tengah No. 8 Baros
Cimahi - Bandung
Jawa Barat Indonesia 40532

Arah TOL Pasteur - Bandung
Keluar TOL Cimahi-Baros-Leuwigajah
Depan Apartement The EDGE
CONDOTEL HORIZON BAROS

KAMI RUMAH
DEPAN MASJID PONDOK MAS
BUKAN RUKO..Lhoo:)
TIDAK BUKA RETAIL/TOKO
JANGAN SALAH MASUK YAA..:)


HOTLINE
XL : 0817 203 888
Indosat : 0858 632 88888
Telkomsel : 0822 406 88888

.:: Jam Operasional ::.
Senin - Sabtu : 09.00 - 17.00
Minggu : TUTUP
Hari Libur Nasional : TUTUP


Page Rank